bola88 judi online

Utang Budi untuk Granit Xhaka Melalui Kehadiran Unai Emery di Arsenal

Utang Budi untuk Granit Xhaka Melalui Kehadiran Unai Emery di Arsenal

Granit Xhaka sebagai sosok gelandang Arsenal mengatakan bahwa dirinya berutang budi kepada Unai Emery yang merupakan pelatihnya karena mampu meningkatkan kemampuan dirinya sehingga mampu bertanding lebih kuat di lapangan.

Granit Xhaka begitu menyadari bahwa Unai Emery adalah seorang pelatih yang mampu memberi sebuah dampak positif yang begitu besar sejak kehadirannya di Arsenal pada tahun ini.

Bahkan, Granit Xhaka tidak segan untuk mengaku bahwa sosok pelatih yang menaungi Arsenal pada saat ini adalah seseorang yang mampu meningkatkan kinerja dan performa dirinya supaya bisa lebih baik dan cepat.

“Pelatih Arsenal sangat membantu saya supaya bisa meningkatkan kualitas taktik agar dapat bertanding dengan pesat,” ucap Granit Xhaka yang dilansir melalui Daily Mail.

Pasalnya, selama dirinya mengenakan seragam tim yang dijuluki ‘The Gunners’ tersebut bahwa Granit Xhaka dianggap kurang stabil dalam memerankan bagiannya sebagai seorang gelandang yang diwajibkan untuk selalu memutuskan setiap penyerangan yang dilakukan lawan manapun, sedangkan dia juga dituntut harus bisa membawa arus bola secara dinamis dan terarah selama bertanding.

Selain itu, Ian Wright yang merupakan pemain legendaris Arsenal sempat meragukan dan bahkan takut apabila pemain asal Swiss yang kini berusia 26 tahun tersebut berada dalam pengendalian bola di lapangan.

“Saya pikir seorang pemain seperti Granit Xhaka mampu membuat saya sedikit takut ketika bola sedang berada dalam penguasaannya. Dia juga percaya diri pada saat melancarkan aksi tembakan dan menyerang,” kata Ian Wright yang dikutip melalui Sky Sports.

Meski begitu, Granit Xhaka diketahui memiliki hasil akurasi tendangan dengan jarak jauh yang layak diperhitungkan. Bahkan, akurasi atas umpan yang dimilikinya bisa dikatakan sistematis karena rata-rata nilainya mencapai hingga 84,8% dalam Liga Inggris melalui laporan WhoScored.

Selain itu, pendekatan untuk sistem permainan Unai Emery yang selalu mengedepankan pressing dengan ketat dan juga penguasaan bola yang baik menuntut Granit Xhaka harus bisa beradaptasi lebih mudah.

“Kami juga membutuhkan waktu lebih agar dapat memahami dan mengetahui filosofi maupun sifat dari manajer Arsenal yang baru. Hal itu bertujuan supaya saya bisa bekerja dan berkembang dengan baik. Namun, kami juga mampu untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” tutup Granit Xhaka.

 
 

Share this Post